Tolak Raperda Minuman Beralkohol, NU Lamongan : Legalisasi Miras Akan Merusak Moral Generasi Muda

Juli 25, 2019 Add Comment
nulamongan.or.id, Lamongan- Lembaga, dan Banom NU dalam Diskusi Raperda Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol berujung pada Penolakan, Rabu 24/07 (kemarin), di Kantor PCNU Lamongan. Dalam diskusi yang cukup sengit itu dihadiri puluhan orang dari perwakilan Lembaga dan Banom NU.

Ini adalah yang kesekian kali perda miras kembali digulirkan, dan tetap kita akan tolak. Karena di Lamongan ini banyak sekali Pesantren, dan sekolah sekolah. Legalisasi miras hanya akan merusak kesehatan dan moral generasi muda di daerah ini, serta bertentangan pula dengan budaya, sosial, dan nilai-nilai agama.” Ujar M. Basir, selaku wakil sekretaris PCNU.

Pengajuan dan pembahasan Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol rencana akan di publik hearing kan pada jumat besok tanggal 26 Juli 2019, oleh karenanya Ormas terbesar ini menyerukan dan segera mengambil sikap untuk melakukan penolakan. Isi dalam Perda tersebut mengatur tentang jenis minuman yang jelas menguntungkan pengusaha besar.

Nihrul Bahi Alhaidar, SH sebagai ketua LPBH NU sendiri menjelaskan “Dalam Perda No 3 Tahun 2004 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras sudah cukup gamblang dijelaskan malah yang sekarang memberikan ruang Jenis minuman yang bisa di import dari luar. Ini jelas ada pesanan dan misi dari perusahaan besar yang dititipkan dengan adanya Perda ini, lha ini yang akan berdampak buruk nanti, apalagi dalam pengawasannyapun masih Obscuur Libel atau obyeknya masih kabur.”

Terkait langkah cepat yang diambil sebagai Lembaga Hukum PCNU LPBH NU juga mengambil sikap tegas, “Kita juga akan melawan secara konstitusi, yaitu kita akan kirim surat kepada DPRD dan Pemkab Lamongan dimana produk hukum berupa perda ini cacat karena tidak melalui mekanisme dan ada yang disembunyikan.” Imbuh Nihrul Bahi Alhaidar yang juga menjadi Ketua Peradin Lamongan

Selain itu karena waktunya sangat mendesak dalam 2 hari kedepan (jumat, 26/07) Lembaga dan Banom NU akan menggelar aksi penolakan Perda tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol ini. Banom dan Lembaga yang hadir dalam diskusi ini yaitu, LPBH NU, LPBI, Laziznu, Sarbumusi, Ansor, Banser, Lesbumi, MA IPNU dan PMII. (Ek)

Sambut Momentum Penerimaan Siswa Baru, PAC IPNU-IPPNU Turi Bekali Kader dengan Skill Fasilitator

Juli 14, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Turi- Dalam rangka mempersiapkan bulan kaderisasi PAC IPNU IPPNU TURI melakukan penguatan kapasitas kader melalui Pelatihan Fasilitator (Latfas), Minggu (14/07/2019).

Kegiatan tersebut diikuti Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat se-Anak Cabang Turi dengan diikuti sekitar 43 peserta. Pelatihan diadakan untuk memberikan pembekalan public speaking kepada kader agar memiliki kesiapan menjadi pemateri atau fasilitator.

Ketua PAC IPNU TURI, Agung Prastio mengharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan secara maksimal dan mampu mendalami materi-materi yang akan disampaikan oleh para narasumber. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, para pengurus dan kader yang ikut pelatihan ini bisa menjadi ujung tombak pengkaderan IPNU-IPPNU di Kecamatan Turi hingga ke tingkatan ranting dan sekolah. khususnya dalam kegiatan MOP, Makesta, dan Lakmud," tutur Agung.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Turi (MWC NU), H Sunhaji mengatakan, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) merupakan harapan besar bagi generasi NU mendatang. Kedua badan otonom ini harus di garda depan dalam proses kaderisasi. ”IPNU dan IPPNU adalah gerbang awal atau pintu pertama kaderisasi di NU,” ujarnya usai membuka kegiatan Latfas.

Arif Syaifuddin yang memberikan materi dalam Latfas itu membeberkan pengalamannya. "Dulu di tahun 2005 ketika saya di posisi kalian, saya pernah bertekad, suatu saat saya akan berada di posisi Anda (sebagai pemateri hebat), dan Alhamdulillah di tahun 2010 saya mampu untuk mewujudkannya," mantan Ketua PAC IPNU Turi 2006-2008.

Mantan Ketua Ipnu tersebut menambahkan jika dulu dirinya butuh 5 tahun untuk mewujudkannya. "Di zaman sekarang dengan segala kemudahan yang ada, kalian mungkin hanya butuh 5 hari untuk mewujudkan hal yg sama," imbuhnya.Dirinya juga berpesan kepada peserta, agar selalu meningkatkan kemampuan public speaking. "Ketika gagal jangan berhenti, namun mencoba lagi, lagi, dan lagi," pungkasnya. (Ainul)

Sabet Juara Satu NU Award, LKKNU Lamongan Beberkan Kunci Suksesnya

Juli 02, 2019 Add Comment


nulamongan.or.id, - Surabaya, Pimpinan Cabang Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama’ (LKKNU) Lamongan berhasil meraih juara 1 dalam ajang NU Award yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ Jawa Timur tahun 2019. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Timur pada hari Selasa, 02 Juni 2019.
Pemberian penghargaan kepada PC LKKNU Lamongan melalui proses dan tahapan, yaitu tahapan penilaian dokumen yang dikirimkan kepada panitia PWNU Award Jatim tahun 2019 pada tanggal 30 Mei 2019, tahap selanjutnya berupa Visitasi lapangan pada tanggal 24 Juni 2019 dan grand final puncak penilain tersebut adalah pada hari Senin, 01 Juli 2019 yang bertempat di Auditerium UNUSA Surabaya. Dalam puncak Grand Final tersebut PC LKKNU Lamongan mempresentasikan profil dan capaian-capaian dari LKKNU Lamongan yang berhasil mengungguli PC LKKNU Lumajang.
"Proses menuju sang juara ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa" terang Ketua LKKNU Lamongan, Hj. Umaiyah. Ia menambagkan bahwa  LKKNU Lamongan umurnya juga baru 6 bulan sejak dikeluarkannya SK dari PCNU Lamongan tertanggal 10 Desember 2018. Tetapi waktu singkat tersebut tak menjadikannya dan tim patah arang. Usia pengurus yang belum begitu matang, berhasil diimbangi dengan semangat dan kekompakan yang didedikasikan oleh jajaran pengurus LKKNU. Tak heran sejak dilantik pada tanggal 23 januari 2019 dan berdasarkan hasil Rapat Kerja LKKNU pada Tanggal 3 Maret 2019 lembaga ini secara dinamis selalu bergerak dengan terus melakukan sinergitas bersama lembaga baik internal maupun eksternal NU. 
"Dalam kurun kurang lebih 3 bulan pasca Rapat Kerja, PC LKKNU Lamongan telah melakukan MoU/perjanjian kerjasama dengan 14 lembaga, baik internal NU maupun ekternal NU baik dengan Instansi Pemerintah Daerah (DPPKB, DPPKA, Dinsos), Lembaga Pendidikan (IAI TABAH Lamongan, SMKNU 2 Glagah) dan juga Lembaga Kesehatan (RSI Nasrul Ummah  Lamongan)" imbuh  wanita yang juga menjadi tenaga medis RSINU Lamongan ini.
ia menerangkan bahwa sinergitaslah yang menjadi satu ketertarikan Tim Juri PWNU Award karena MoU tersebut tidak hanya sekedar lembaran kertas, akan tetapi benar-benar terimplementasikan dalam bentuk kegiatan. 
"Diantara kegiatan yang berhasil kami lakukan adalah sosialisasi tentang Kespro pada Remaja, sosialisasi pencegahan faham radikalisme, melaksanakan kegiatan grebek sahur pada 1500 keluarga pasien kerjasama dengan PC LPBINU dan PC LAZISNU Lamongan,  mengadakan Seminar Awam pencegahan penyakit menular dalam penatalaksanaan jenazah kerjasama dengan PKRS RSI Nasrul Ummah, Pemberian pelayanan KB Gratis pada anggota Fatayat kerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lamongan" jelasnya saat ditemui di kantor PCNU Lamongan 
Selain itu masih banyak lagi yang telah dilakukan untuk senantiasa memberikan kemaslakhatan pada keluarga Nahdlatul Ulama’. Dan agenda terdekat ini adalah dalam rangka menindaklanjuti keaktifan MWC NU untuk bersinergi bersama LKKNU Lamongan pada kegiatan Pelatihan Penggunan APD dalam penatalaksanaan jenazah untuk mencegah penyakit menular khususnya HIV/AIDS.
Masih menurut ketua Hj. Umaiyah, bahwa Penghargaan yang telah diterima oleh LKKNU Lamongan ini  adalah penghargaan untuk kita semua warga nahdliyyin, hal ini sejalan dengan visi PC NU Lamongan “Mengabdi dan Berjuang Mensejahterakan Keluarga Nahdlatul Ulama”.
Selaku ketua, Hj. Umaiyah berharap, bahwa PC LKKNU Lamongan tetap istiqomah menjalankan Misi PC NU Lamongan untuk terus memberikan kemaslakhatan pada keluarga Nahdlatul Ulama’ sehingga kedepannya program kerja akan segera terealisasikan sebagaimana waktu yang telah direncanakan. Dan keberhasilan PC LKKNU Lamongan ini adalah sebuah bukti keseriusan mengembangkan organisasi NU dalam memberikan layanan khidmah bagi Jama’ah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama’.(War)