Berita

FIKROH NAHDLIYAH

Bahtsul Masail

TERBARU

Suroto, Nahkoda Baru Pergunu Kabupaten Lamongan

November 12, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Lamongan- Konferensi Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Lamongan telah berhasil digelar  dengan sukses. Beberapa rangkaian sidang,  seperti sidang komisi dan pleno berjalan dengan hikmat dan lancar. Laporan pertanggungjawaban juga diterima oleh mayoritas peserta konferensi. Kegiatan reformasi kepengurusan ini, dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama  Lamongan pada hari Sabtu (9/11).

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Kepala Kantor Kemenag Lamongan H.M.Sholeh,  H. Supandi selaku Ketua PCNU Lamongan, H.Sururi Ketua PW Pergunu Jawa Timur serta utusan dari 15 Pimpinan Anak Cabang Pergunu se-Kabupaten Lamongan yang menjadi peserta Konfercab pada saat itu.

Sebanyak 15 PAC berhak   memilih Ketua Pergunu periode 2019-2024. Sesuai dengan tatib pasal 10 ayat 1 menyebutkan bakal calon ketua ditetapkan sebagai calon adalah anggota Pergunu dan  sekurang-kurangnya didukung oleh 3 suara dalam bentuk usulan dari PAC. 

Saat tahap pemilihan bakal calon ketua, muncul tiga nama, yakni  Suroto yang didukung dengan  11 suara, Nurdi tiga suara, sementara satu suara diperoleh Abdurrahim. Dengan perolehan suara demikian, Suroto secara aklamasi terpilih sebagai nahkoda Pergunu Lamongan yang baru setelah bakal calon ketua yang lain, Nurdi, menyatakan sikapnya yang mendukung kepemimpinan Suroto. 

"Ini adalah amanah yang harus saya emban. Bahwa kader manakala dikasih tugas tidak boleh menolak dan menghindar. Dengan ucapan bismillah saya bersedia menjadi Ketua Pergunu Lamongan" ungkap  Suroto saat diminta kesediaannya oleh pimpinan sidang. 

Sebagai ketua terpilih, ia berharap agar Konfercab ini menjadi awal kebangkitan Pergunu Lamongan. 

"Konsolidasi organisasi akan terus dilakukan. Bertekad menjadikan para guru professional dan memetakan potensi guru NU di Lamongan" ungkanya dihadapan peserta Konferensi

Guna melengkapi kepengurusan, konfercab juga membentuk tim formatur yang terdiri dua perwakilan peserta dan ditambah ketua tim formatur yaitu ketua terpilih. Penyusunan pengurus hasil konfercab ini,  diminta untuk dilengkapi paling lambat 15 hari terhitung sejak pelaksanaan konfercab.(*)

Pondok Asuhan Ketua RMI Lamongan Sabet Juara I Lomba Pesantren Sehat

November 12, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Lamongan- Pondok pesantren putri al-Fatimiyah berhasil menggondol  juara 1 pada lomba Poskestren (Pos Kesehatan Pondok Pesantren) yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Penganugerahan atas prestasi ini, dilakukan dalam rangkaian Upacara hari peringatan kesehatan nasional ke- 53 Tahun 2019, yang diadakan pada hari Selasa (12/11) di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan.

Lomba poskestren yang diadakan oleh Dinas Kesehatan ini diikuti oleh pondok-pondok pesantren se-Lamongan. Dan Alhamdulillah Pondok pesantren putri al fatimiyah ini mampu menggungguli ponsktren pondok-pondok lain” tutur H. Abdulloh Adib Haad Pengasuh Pesantren Putri Al-Fatimiyah

Gus Adib panggilan akrabnya  menambahkan bahwa selain pondok yang ia asuh, terdapat juga pondok Pondok Pesantren Al Islah Paciran yang memperoleh juara 2, Pondok Pesantren Raudlotul Muta’alimin Moropelang Babat sebagai Juara 3, sedangkan juara harapan I diraih oleh Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran.

"Selain juara di tingkat Lamongan, Poskestren pondok pesantren Putri al Fatimiyah juga juara terbaik 4 ditingkat Provinsi Jawa Timur mewakili kabupaten Lamongan" imbuh Gus Adib yang juga ketua RMI Lamongan ini.

Ia menerangkan bahwa prestasi pondoknya yang memperoleh juara 1 dalam ajang lomba Poskestren Kab. Lamongan, akhirnya memperoleh kepercayaan untuk mengikuti ajang serupa ditingkat provinsi. 

"Saat dilakukan divisitasi oleh dinas kesehatan provinsi pada tanggal 16 Oktober lalu, Alhamdulillah  PP al-Fatimiyah masuk 4 terbaik Jawa Timur”, terang Gus Adib

Capaian Pesantren Putri Al-Fatimiyah ini dapat diraih karena berpegang pada prinsip dari, oleh dan untuk warga pesantren yang mengutamakan pelayanan promotif (peningkatan) dan preventif (pencegahan) tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

Poskestren PP Al-Fitimiyah ini, berada di asrama barat yang sudah bisa memberikan fasilitas rawat jalan dan pengobatan dasar bagi santri dan masyarakat sekitar pondok”, ungkap  Gus Adib kepada redaksi nulamongan.or.id. (*)

LKKNU Lamongan Kemas Pelatihan Penanggulangan Penyakit Menular dengan Turba ke MWC NU

November 11, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Kalitengah- Pengurus Cabang Lembaga Kemasalahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Lamongan menggelar kembali pelatihan APD pada penatalaksanaan jenazah. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ahad (10/11) kali ini, menggandeng para pengurus Majslis Wakil Cabang NU Kalitengah. Untuk diketahui, sebelumnya LKKNU Lamongan menyelenggarakan kegiatan serupa di MWCNU Paciran pada 4 Agutus, dan di MWCNU Laren pada 29 September.

"kami bersama pengurus MWC NU Kalitengah telah berupaya melindungi warga  dari penyakit membayakan" terang Umayah selaku Ketua LKKNU Lamongan.

Perempuan yang juga menjadi tenaga medis di RSI NU ini menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara rutin, berkala dan berkeliling guna memberikan edukasi kepada para pengurus dan warna NU untuk menghindari penyakit menular yang diidap oleh jenazah, misalnya HIV/ AIDS. 

Bertempat di ruang pertemuan kantor MWC NU Kalitengah, kegiatan ini diselenggarakan dengan dihadiri oleh sekitar 178 peserta, yang terdiri dari pengurus MWC NU, Ranting NU, modin laki-laki dan perempuan, PAC GP Ansor, PAC Muslimat, PAC Fatayat se-kecamatan Kalitengah. adapaun yang memberikan materi, adalah  3 orang dari undur  tim LKK NU Lamongan, dan dibantu oleh dua orang dari MWC NU yg kompeten dibidang APD.

Kegiatan ini, menurut Umayah diselenggarakan secara swadaya. Bahkan para peserta juga diberikan seminat kit dan sertifikat.

"kita bagi tugas, PC LKK NU Lamongan bertanggungjawab menjadi pemateri, seminar kit dan sertifikat, serta APD dan peralatan praktek" terangnya

Ia menambahkan bahwa panitia dari MWC NU membatu kegiatan dengan cara mengkoordinir peserta dan sumber dana yang dibutuhkan selama kegiatan berlangusng. Serta menyiapkan lokasi, konsumsi dan seremoni pembukaan.

Pada kegiatan ini, menurut Umayah, peran MWCNU dan ranting setempat sangat besar, terutama bisa memobilisasi peserta untuk mengikuti acara, dan sanggup mengeluarkan biaya untuk pengadaan APD dan kebutuhan yang lain.(Red)

Akan Gelar Konferensi, Inilah Nama-Nama Kandidat Ketua Pergunu Kab. Lamongan yang Muncul

November 06, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Lamongan- Pengurus Cabang Persatauan Guru Nahdhatul Ulama’ (Pergunu) Kabupaten Lamongan akan mengadakan konferensi pada tanggal 09 November 2019 mendatang. Rencananya acara ini akan diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.

Sebagaimana informasi yang diterima oleh redaksi, sudah muncul beberapa nama kandidat calon ketua yang bakal berkompetisi di acara konferensi tersebut. Salah satu pengurus harian Pergunu Lamongan menegaskan bahwa pihaknya akan memilih calon yang sudah terverifikasi dengan melihat riwayat gerakan calon kandidat. 

Beberapa calon kandidat yang sudah muncul di antara lain terdapat nama Nurdi, M.Pd selaku Sekretaris PC Pergunu Lamongan yang juga pengawas PAI, Khoirul Huda, M.Psi yang saat ini menjabat sebagai sekretaris I PC Pergunu Lamongan, Adul Malik, M.Ag selaku wakil ketua Pergunu Cabang Lamongan dan bendahara umum PC Pergunu Lamongan Suroto, S.Ag.

Beberapa bakal calon yang muncul di atas, sebagaimana releas pengurus Pergunu yang diterima oleh redaksi nulamongan.or.id, akan di verifikasi lagi sesuai kriteria dan standart regulasi yang berlaku, hingga secara absah menjadi calon dan ketua terpilih lewat konfercab. 

Di harapkan dari ketua terpilih harus mempunyai konsistensi gerakan jam’iyah NU, melakukan gerakan yang progresif dan inovatif. Berharap siapa saja yang jadi ketua terpilih tidak memanfaatkan jabatan karena di NU itu adalah sebuah pengabdian yang tulus dan tidak sembarang orang bisa terpilih mengabdi di NU kecuali atas izin Allah SWT” pesan Drs. Imam Ghazali selaku sekretaris PCNU Lamongan. (jadz)

IPNU-IPPNU Lamongan Gelar Parade Seni Meriahkan Hari Santri Nasional

November 06, 2019 Add Comment


nulamongan.or.id, Lamongan- Dalam rangka memperingati hari santri nasional tahun 2019, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Lamongan menggelar Parade seni yang diikuti oleh seluruh pelajar dan santri NU se kabupaten Lamogan. 

Ahmad syamsuri dalam sambutannya selaku ketua cabang menegaskan bahwa kegiatan ini memang i’tikad pengurusnya dalam mengakomodir bakat dan minat kader pelajar NU di kota soto ini. "kami selaku pengurus pimpinan cabang, berkomitmen untuk mewadahi aktualisasi bakat dan minat yang terpendam dari seluruh kader pelajar dan santri Nu se kabupaten lamongan" terangnya dalam sebuah kesempatan

Kegiatan ini, memiliki Serangkaian agenda acara, tidak hanya parade seni ini, tetapi besok pada tanggal (08/11) juga  akan membuat lomba baca kitab kuning yang  akan dikuti santri NU se-Kabupaten Lamongan.

Acara yang digelar di GOR Lamongan pada tangal 04 november ini berjalan dengan sangat sempurna dan meriah, berbagai jenis seni pun ditampilkan disini, tidak hanya seni-eseni Rebana al-banjari bahkan dari beberapa pimpinan anank cabang IPNU-IPPNU juga ada yang menampilakn karya spektakuler mereka. Semisal; Teater tentang hari pahlawan nasional, ada juga yang menampilkan Gitar akustik dan juga beberapa kreasi seni yang sebelumnya tidak terbayangkan di hati dan pikiran para panitia pelaksana sebelumnya.

Ketua PAC GP Ansor Sarirejo: Sejak Dini Anak Harus Ditanamkan Spirit Nasionalisme

November 03, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Sarirejo- Gerakan pemuda Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan, pelopor, penggerak dan pengemban program-program sosial kemasyarakatan diharapkan dapat berperan aktif menghasilkan kajian strategis yang memiliki konsern terhadap literasi anak.

Atas dasar pemikiran itu, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sarirejo mengadakan pelatihan literasi pemuda sahabat anak. Kegiatan ini bersinergi dengan Deputi Pengembangan Pemuda, Kemenpora RI.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Dermolemahbang Sarirejo Lamongan ini (2/11/19) dihadiri seluruh Anggota Ansor se Kecamatan Sarirejo.

Hepi Ikmal, selaku ketua gerakan pemuda dalam sambutannya mengatakan, Kader Ansor harus konsen pada tumbuh kembangnya pendidikan anak. Sebagai pemuda, Kader penggerak, pemuda ansor harus menjadi lokomotif utama dalam menangkal radikalisme dan menumbuhkan nasionalisme di kalangan anak.

"Kita ini sebagai kader, memiliki peranan yang bermacam-macam, dan banyak yang sebagai guru, sebagai guru kita harus menunjukkan preferensi yang tepat kepada anak agar tidak terpapar radikalisme dan bisa menumbuhkan nasionalisme", terangnya dalam sambutan

Sebagai narasumber dari pelatihan tersebut antara lain, Asesor Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Ahmad Hanif Fahruddin, Ketua Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia NU Lamongan, Winarto Eka Wahyudi, serta  praktisi pendidikan Islam MultikulturalMuhammad Asrori.

Mengutip pendapatnya KH Saifuddin Zuhri, Eka sebagai salah satu narasumber mengatakan bahwa spirit kebangsaan merupakan sesuatu yang natural instinctive. Sehingga menerutnya, kader Ansor ada atau tanpa instruksi dari pemerintah, akan menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa.

"Bagi kader NU, antara kebangsaan dan keislaman sudah menyatu. Karena NU beserta perangkatnya seperti Ansor, akan selalu mengkader dengan seimbang antara menjadi muslim yang taat dan menjadi warga negara yang baik" ungkapnya

Selanjutnya, Asrori menambahkan bahwa radikalisme tumbuh subur jika masyarakat memiliki daya baca yang rendah. "semakin banyak asupan bacaan yang kita serap, terutama tentang sejarah, kita akan sulit terpapar radikalisme" imbuh kandidat doktor UNISMA ini.

Hanif dalam paparannya juga menegaskan bahwa kemampuan literasi mejadi kunci generasi kita di masa mendatang. Menurut dosen UNISLA ini, islam yang kelahirannya diawali dengan turunnya perintah iqra' menandakan bahwa generasi kita harus melek literasi. (*)

Bersama Ribuan Santri, PC RMI NU Lamongan Pecahkan Rekor Muri Bakar 4444 Terong

Oktober 26, 2019 Add Comment

nulamongan.or.id, Paciran- Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2019, PC RMI NU Lamongan bersama ribuan santri memecahkan rekor MURI bakar terong 4.444 disertai membaca sholawat nariyah di pondok pesantren Putri Al Fatimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan Sabtu, 26 Oktober 2019.

Terong yang dibakar sebanyak  4.444 terong dibarengi sholawat nariyah, jumlah tersebut menjadi simbol membaca sholawat untuk hajat tertentu. Dengan ribuan santri yang melantunkan sholawat nariyah, pemecahan  rekor MURI menjadi sangat berkesan.

"Kami punya niatan dalam  menyemarakkan hari santri nasional untuk membakar terong yang merupakan menu has santri" terang Pengasuh Ponpes Al Fatimiyah H. Abdulloh Adib Haad, M. Pd 

Gus Adib juga menjelaskan, Terong adalah sayuran yang sering di konsumsi oleh para santri pondok pesantren, khususnya pondok pesantren salaf.

"Kami mengambil tradisi pesantren ini dan alhamdulillah santri di Lamongan mampu mencatatkan dan memecahkan rekor MURI" imbuhnya  

Ahmad Hanif Fachrudin selaku sekretaris RMI menambahkan, bahwa kegiatan yang sangat meriah ini,  tidak hanya membakar terong tapi juga melantunkan Sholawat Nariyah. Menurut dosen Unisla ini, kegiatan tersbuet merupakan ikhtiyar  untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian bangsa. 

"Tidak hanya berhenti diacara rekor MURI, malamnya akan dilanjutkan dengan liwetan Akbar yang diikuti oleh 8.000 santri Lamongan untuk berkumpul membaca istighosah, tahlil dan Yasin serta mendengarkan nasihat-nasihat dari kyai" jelasnya saat ditemui redaksi nulamongan.or.id di lokasi acara

Terong yang dibakar pada acara ini, digunakan makan-makan pada acara liwetan Akbar malam hari bersama 8.000 santri. Bagian tradisi santri adalah kumpul bersama sambil berdoa kepada Allah lalu dilanjutkan dengan makan bersama. 

Sementara itu Ariyani Siregar selaku senior manager MURI Indonesia mengungkapkan, bahwa rekor ini resmi ia catat di MURI dengan urutan rekor yang ke-9.255 dan sebagai bukti atas prestasi di MURI .

"maka kami wajib menganugerahkan piagam penghargaan kepada pemrakarsa, yaitu kepada RMI Kabupaten Lamongan" terangnya.

Pada agenda pada malam harinya, RMI Lamongan juga mengadakan liwetan akbar yang di barengi dengan pemberian ijazah.

"Ijazah kitab-kitab karya Hadratus Syeh KH Hasyim Asy'ari diberikan langsung oleh cucu Kiai Hasyim, yaitu KH. Zaki Hadzik" terang Gus Adib, Ketua RMI Lamongan

Acara semakin khidmat dan meriah karena dihadiri langsung oleh Rais Syuriah PCNU Lamongan, KH. Salim Azhar, Ketua PCNU Lamongan H. Supandi  dan para pengasuh-pengasuh pondok pesantren beserta  Kepala - kepala  madrasah lingkungan LP Ma'ariF NU Lamongan menyatu dalam rangkaian agenda  hari santri nasional yang di kemas dengan liwetan akbar dan bakar ribuan terong.